Sabtu, 12 Januari 2013

TERNYATA MENANGIS ITU INDAH

Suatu ketika Rasulullah SAW becerita tentang seorang yang tampil sebagai yang merindukan Allah SWT. Sebagai yang menuju Ridho Allah SWT. Dan sebagai yang berharap kepada Allah SWT. Akan tetapi ia adalah orang yang tidak peduli terhadap dosa dan tidak pernah menyesali atas kesalahannya. Lalu Rosulullah berkata, "Bagaimana do'anya akan terkabul?" Bagaimana harapannya terpenuhi? Bagaimana kerinduannya terobati? Sementara dia adalah orang yang gemar dengan dosa, makan dan minumnya dari yang haram, serta berpakain dari yang haram.

Sahabatku dari gambaran perilaku tersebut bisa di fahami artinya ada yang menghalangi langkah-langkah kita menuju Allah SWT.  Dan ada yang menghambat perjalanan kita menuju Keridhoaan Allah SWT. Yang berjuang dengan sungguh-sungguh dalam menempuh jalan menuju Allah SWT akan menemui kesia-siaan  jika ia tidak sadar akan adanya penghalang serta berusaha untuk menghilangkannya. Penghalang itu adalah dosa dan untuk menghilangkannya adalah  dengan bertaubat. Maka taubat adalah hal pertama dan utama yang harus dilakukan bagi seseorang yang ingin menempuh jalan menuju Ridho Allah SWT. Dan yang bisa bertaubat, hanyalah orang yang pernah merenungi dosa-dosanya serta menyadari segala kesalahannya.

Renungkanlah wahai sahabat! Bagaimana bisa bertaubat orang yang tidak pernah menyesali dosa-dosanya dan bagaimana bisa menyesal orang yang tidak pernah merenungi kesalahannya. Merenungi bahwa kesalahan adalah sebab murka Allah SWT. Dan jika Allah SWT murka  maka Allah SWT akan menyiksanya.


Sungguh dosa sebesar apapun jika disesali lalu memohon ampun dengan sungguh-sungguh maka Allah SWT akan mengampuni. Begitu juga dosa sekecil apapun jika tidak pernah disesali maka Allah SWT tidak akan mengampuni. Yang telah bertaubat akan kembali bersih seperti yang belum pernah berdosa. Yang telah bertaubat menjadikan Syaitan sangat menyesal dan kecewa tiada terkira. Bahkan satu hal yang menakjubkan bagi Rasulullah SAW adalah orang yang terjerumus dalam dosa dan maksiat, lalu ia bertaubat disaat ia masih mudah dan memeiliki banyak peluang untuk terus melakukan dosa tersebut .


Sahabatku,
Pernahkah kita merenung ? Jika kematian menjelang sementara dosa-dosa kita belum diampuni oleh Allah SWT.
Sudahkah kita sadari ? Jika dosa belum diampuni itu artinya Allah SWT akan menyiksa kita di alam barzah dan akan dilanjutkan dengan siksa di akhirat kelak.

Alangkah mengerikannya siksa dan murka Allah SWT.
Sudahkah kita menangis di tengah malam, saat kita mengadu kepada Allah SWT ?
Sudahkah kita menangis, saat kita teringat dosa-dosa?
Sudahkah kita mengangis di saat kita memohon ampun kepada Allah SWT?
Jangan ragu dengan Allah SWT! Allah SWT akan mengampuni dosa sebanyak apa pun jika kita menyesalinya. Dan Allah SWT tidak akan mengampuni dosa sekecil apa pun jika kita tidak menyesalinya.


Sungguh saat terindah adalah saat menitikan air mata penyesalan atas dosa-dosa.
Dan mata yang menangis karena takut murka Allah SWT tidak akan menangis lagi kelak di akhirat disaat mata-mata orang berdosa pada menangis.
Menangislah!Menangislah kerena dosa-dosa! Jika kita belum bisa menangis maka berusahalah terus untuk menangis. Dan jika kita masih tidak bisa mengangis maka menangislah karena kita telah tidak bisa menangis. Sebab saat itu hati kita teramat keras. Dan sungguh hati yang keras bukanlah lahan yang subur untuk menanam kerinduan dan cinta kepada Allah SWT. Hati yang keras akan subur dengan lumut ketakaburan yang hanya akan menjauhkan seseorang dari menerima dan menginsyafi kebenaran.

Menangislah wahai sahabatku untuk  untuk menyesali semua dosa- dosa yang telah kita perbuat.
Itulah tangisan indah, tangis Penyesalan.

Wallahua'lam..
 

JALINAN YANG PENUH MAKNA

Sahabatku, dalam sebuah kebersamaan akan terjalin sebuah persahabatan dan pertemuan. Akan tetapi, tidak semua dari yang bersahabat adalah sama-sama beruntung. Keberuntungan seseorang tersembunyi di balik kalbunya ketika menjalin persahabatan. Dua orang yang bersahabat, jika dibalik persahabatannya ini salah satu dari keduanya selalu berharap kemuliaan di Akhirat, sementara yang satu lagi tidak menjalin pesahabatan  kecuali hanya untuk keuntungan di dunia saja. Maka, walaupun keduanya sama-sama berangkat ke masjid, makan bersama atau bahkan tidur bersama,  akan tetapi apa yang didapat oleh keduanya tidaklah sama. Yang satu orang beruntung dan yang satunya lagi orang yang merugi.


Siapapun dari kita harus mencermati apa yang tersembunyi di balik kalbu kita. Ada apa di balik kedekatan kita dengan seorang sahabat ? Jika seorang Pejabat menjalin persahabatan dengan seorang Ustadz  maka yang paling beruntung adalah yang memanfaatkan kedekatan tersebut untuk mendapatkan kemuliaan di hadapan Allah SWT. Dan alangkah celakanya jika sang Ustadz dekat dengan Penguasa atau Pejabat hanya mengharap keuntungan dunia.  Begitu juga alangkah ruginya jika seorang Pejabat yang dekat dengan ustadz hanya untuk kepentingan dunianya saja

Rasulullah SAW pernah bersabda " Bararangsiapa yang merendah kepada orang kaya ( berpangkat di dunia ) karena dunianya, maka telah hilang dua pertiga (nilai) keberagamaanya."

Ini adalah peringatan  dari Rasulullah SAW agar kita memahami makna sebuah kedekatan. Karena kejahatan hati amatlah tersembunyi dan tidak ada yang bisa mengoreksinya kecuali diri sendiri yang sering mencermatinya.


Sahabatku, dalam kesempatan lain Rasullah SAW juga pernah bercerita. Ada dua orang yang berbeda dalam  menjalani hidupnya. Yang pertama adalah orang yang terlihat baik karena kesehariannya hanya beribadah di atas gunung. Yang satu lagi adalah seorang pemuda, Preman pasar yang secara lahir adalah kotor dan jahat karena pekerjaaanya hanya membuat keributan dan mengganggu orang-orang dipasar. Dan, takdir Allah mempertemukan keduanya di suatu tempat.

Sang Ahli ibadah saat itu kehabisan bekal sehingga ia harus membeli bekal di tengah pasar. Pada saat yang bersamaan, sang Preman pasar berkeinginan untuk bisa dekat dengan Ahli Ibadah yang di atas gunung. Keduanya pun  menempuh tempat tujuan- masing  masing. Yang Ahli Ibadah turun ke Pasar dan Preman Pasar pun menuju ke atas gunung. Akhirnya keduanya bertemu disuatu tempat berpapasan di jalan setapak dikaki bukit. Sang preman merasa terkejut saat berpapasan dengan ahli ibadah tersebut.Yang ada dihatinya adalah rasa kagum dan hormat pada sang ahli ibadah.Sementara sang ahli ibadah melihat sang preman merasa risih sehingga ia tidak menyapanya dan mengucapkan salam kepadanya.Yang ada adalah kesombonganya karena ia merasa sudah menjadi ahli ibadah yang sangat jauh lebih baik  jika dibanding dengan sang Preman . Disaat itu ternyata Allah SWT mencabut hidayah dari sang Ahli ibadah dan memindahkanya kepada sang Preman Pasar.

Dalam hal ini Rasulullah SAW menjelaskan bahwa itu terjadi disebabkan sesuatu yang tersembunyi di hati mereka berdua. Yang ada di hati sang Preman disaat bertemu adalah makna pengagungan kepada ulama Allah , dengan penuh harap agar pertemuan tersebut menjadi sebab Allah SWT mencintainya. Berbeda  dengan yang dirasakan oleh sang Ahli ibadah, yang ada di dalam hatinya bukannya menghadirkan makna kerinduan kepada Allah SWT, akan tetapi hatinya penuh dengan kesombongan sebagai Ahli Ibadah. Akhirnya yang terjadi adalah rasa meremehkan kepada sang Preman dan  bukan melihatnya sebagai ladang amal baik dengan mengajaknya kepada kebenaran dan menjauhkanya dari kejahatan.
Sahabatku, Jelaslah dalam hal ini kita harus bisa mencermati setiap jalinan yang kita rajut.

Anda yang Ustadz, apa makna  kedekatan Anda dengan para Pejabat dan Pengusaha ?
Anda yang Pejabat, apa makna kedekatan Anda dengan para Ulama, Pengusaha dan Fakir miskin?
Anda yang Pengusaha, apa makna kedekatan Anda dengan para Pejabat, Ulama dan Fakir miskin ? Sudahkah Allah SWT hadir dalam jalinan Anda?

Wallahu a'lam bissawab.

  

Selasa, 08 Januari 2013

MUTIARA HIKMAH

1.    {"Sungguh  dusta orang yang menjalin persahabatan akan tetapi merka tidak saling mendoakan disaat berpisah. Tanda ketulusan dalam persahabatan adalah saling berdo’a saat tidak saling bertemu. Begitu mudahnya berdo’a saat bertemu akan tetapi tidak mudah berdo’a disaat saling berpisah kecuali bagi yang tulus, itulah cinta karena Allah."}

2.    {“Silaturrahmi adalah bertemunya hati dalam cinta karena Allah bukan sekedar bertemunya jasad. Jika harus ada pertemuan jasad itu adalah untuk mempertemukan hati. Bertemunya hati di tandai dengan panjatan do’a saat berpisah”}

3.    "{Tanda hamba yang dipilih Allah adalah hamba yang sulit melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikan. Banyak hamba Allah yang ia selalu gagal di saat berusaha melakukan kemaksiatan dan begitu mudah melakukan kebaikan yang tidak direncanakan sekalipun. Itulah pertanda hamba yang di cintai Allah SWT. Renungilah diri anda sahabat !!!"}

4.    { Jika anda melihat banyak orang fakir di sekitar anda itu bukan karena Allah tidak bisa mencukupi mereka. Akan tetapi itu karena Allah ingin mengangkat anda dengan bantuan anda kepada mereka. Maka bantulah mereka dengan penuh penghargaan pada mereka. Karena mereka anda mulia. Dan yang anda berikan kepada mereka tidak sebanding dengan yang Allah berikan pada anda}

5.    {“Yang berbangga dengan dunia, ia akan capek menjadi budak dunia, ia akan capek menjadi budaknya. Pada akhirnya harus ditinggalkannya. Mobil mewah, rumah megah, hanya cerita singkat, saat tutup usia semua ditinggal, bahkan sanak saudarapun tidak mengizinkan tuk bertahan, sebelum 3 hari harus sudah dikelurkan dari rumah. Berbanggalah dengan akhirat” !!!}

6.    {“Jika suatu saat anda berfikir bagaimana meningkatakan ibadah itu adalah kemajuan. Dan setelah itu anda itu akan menjadi kemunduran jika anda tidak berfikir bagimana mengurangi kemaksiatan. Alangkah banyaknya orang tertipu dengan banyak ibadahnya hingga ia lalai akan dosa-dosanya.”}

7.    {“Mengingat dosa serta menyesalinya lebih menghidupkan hati dari pada memperbanyak amal kebaikan tanpa merenungi dosa. Alangkah banyaknya orang beribadah dengan sesuatu yang haram tanpa ia sadari. Ia merasa mendapat ridho dari Allah padahal ia dimurkai oleh Allah.”}

8.    {Hati yang bersih akan bisa melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat sekalipun dan hati yang kotor akan mudah melihat kejelekan orang lain yang tidak pernah ada. Orang lain adalah cermin bagi hati anda, jika hati anda selalu melihat kejelekan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itu artinya hati anda kotor dan jika hati anda selalu melihat kebaikan orang lain yang tidak terlihat oleh mata anda itulah tanda kebersihan hati anda."}

9.    {Sebaik-baik guru adalah sahabat anda sebaik-baik sahabat adalah guru anda. Sungguh rugi jika anda bersahabat dengan orang yang tidak pernah menjadi guru anda menuju kemuliaan. Dan sungguh sia-sia berguru kepada orang yang tidak menjadi sahabat anda dalam menuju kemuliaan. Maka jangan bersahabat dengan orang yang tidak bisa menjadi guru bagi anda.}

10.    {Hakekat menjalankan sunnah Nabi bukanlah sekedar membawa anggota tubuh untuk mengikuti pesan dan prilaku Rosululloh akan tetapi hadirnya beliau di hati saat kita menjalankan sunnah itulah hakekat. Alangkah banyaknya orang menjalankan sunnah Nabi namun yang di ingat adalah kalimat hadits yang di bukukan atau di ucapkan dan bukan Rosululloh yang hadir dihatinya.}

11.    {Sungguh beruntung yang menyadari masa depan anaknya yang sesungguhnya adalah saat setelah mereka meninggal. Akan tetapi alangkah banyaknya orang orang tua yang hanya berfikir untuk kehidupan anaknya saat di dunia dan lalai akan bekal akhiratnya. Mari kita Tanya diri kita sendiri dimana anak kita sekolah dengan siapa berteman dan menikah, bekerja dan tinggal dimana, apa yang ia baca dan ia lihat dan seterusnya???.}

12.    {Tidak ada dosa besar bagi orang yang menyesalinya begitu sebaliknya tidak ada dosa kecil bagi orang yang meremehkannya. Meremehkan dosa adalah merendahkan Allah itulah yang menjadikan dosa menjadi besar. Tidak ada yang melakukan dosa besar kecuali karena dimulai dari meremehkan dosa kecil. Yang tidak pernah menyesali dosa kecil akan mudah terjerumus dalam dosa besar.}

13.    {Kerakusan adalah kefakiran yang tersembunyi. Kerakusan amat menyiksa orang yang kaya sekalipun. Sungguh kepuasan dalam dunia ( harta dan tahta ) bukan saat terpenuhinya harap akan tetapi saat tidak adanya keinginan.}

14.    {Hakekat kekayaan bukanlah disaat melimpahnya harta akan tetapi karunia yang disambut hati dengan penuh rasa syukur. Hakekat kekayaan bukanlah di saat kita mendapatkan harta melimpah akan tetapi disaat hati kita tidak menginginkannya. Itulah kaya hati yang membebaskan sifaqir sekalipun dari dibelenggu rasa miskin dan kekurangan.}

15.    {Jika saat kita mengingatkan orang lain yang melakukan kesalahan lalu ia tidak segera faham dan saat itupun kita berkata kalau ia dungu. Atau setelah ia faham namun masih kukuh untuk melakukanya lalu kita berkata kalau dia keras hati dan keras kepala. Akan tetapi pernahkah kita menyadari saat kita di diingatkan kadang kalau kita tidak dungu kitapun jadi keras kepala?Sungguh kita amat butuh keinsyafanakan akan diri kita!!}

16.    {Berapa kali permohonan ampun kita panjatkan dalam sehari & berapa kali saat kita meminta ampun di saat itu menyadari jika kita istighfar yang perlu di istighfari.}

17.    {Sebuah perjalanan pendek namun disinilah perjalanan yang panjang (akhirat)kita rintis dan bangun. Yang tidak sabar membangun masa depan yang panjang disaat yang sebentar ini akan menuai kesengsaraan yang amat panjang. Sungguh perjalanan kita di dunia ini sangat singkat, kita yang masih bisa mengingat masa kanak-kanak dan remaja saat inipun tanpa terasa kita sudah mendekati masa purna.}

18.    {"Kita sering tanpa sadar mengukur kebaikan adalah apa yang di suka hawa nafsu kita. Hingga kebaikan haqiqi yang ditawarkan oleh Alloh kepada kita melalui hamba-hambanya sering tidak kita indahkan. Bahkan kadang kita menolak dan marah kepada hamba tersebut. Itulah kedunguan yang lahir dari mengikuti hawa nafsu. Maka sadarilah Berapa banyak orang yang telah datang kepada kita dengan membawa kebaikan lalu kita tolak. Dan alangkah seringnya kita menjadi dungu."}

19.    {"Jika ingin bersedekah atau berbuat baik  jangan kita melihat apa yang kita miliki dan bisa kita lakukan. Akan tetapi lihatlah kemahakayaan Allah dan kemahakuasaan Allah yang tidak terbatas. Itulah yang menumbuhkan kesadaran bersedekah dan berbuat baik. Membawa si fakir dan si lemah untuk senantiasa memohon dan membawa si kaya dan yang mampu untuk berbuat."}

20.    {Kesungguhan seseorang dalam mengharap di tandai kesungguhannya dalam berusaha menggapai. Yang berharap tanpa berusaha adalah orang yang tidak punya harapan. Yang tidak punya harapan adalah tidak punya masa depan ia seperti mati sebelum kematian. Dusta orang yang mengharap ridho Allah namun tidak berusaha menjauhi maksiat dan memperbanyak ketaatan.}






MEMPERMUDAH PERNIKAHAN


Orang tua yang begitu bersemangat untuk mencarikan obat bagi anaknya yang sedang sakit. Sungguh semangat yang tiada tandingnya, rela mengkorbankan semua yang dimilikinya demi kesembuhan sang anak, sehingga orang tua akan marah-marah jika ternyata anak yang sedang di obati ogah-ogahan meminum obat tersebut. Begitu juga orang tua yang mencubit paha anaknya yang berusia 7 tahun karena menyeberang jalan tanpa menoleh ke kiri dan ke kanan hingga hampir saja tersambar sebuah mobil yang berkecepatan tinggi.

Itulah gambaran kasih sayang dan cinta yang tertuang dalam kepedulian dan pengorbanan. Ada kebutuhan anak yang teramat penting akan tetapi banyak orang tua yang sering ogah-ogahan dalam memenuhinya. Adalah kebutuhan seorang anak yang tidak lagi disebut seorang anak akan tetapi seorang anak yang sudah menjadi lelaki dan perempuan dewasa. Pada usia tertentu seorang tua tidak boleh melihat seorang anak hanya sekedar sebagai seorang anak akan tetapi ada saat-saat tertentu seorang anak harus dilihat sebagai seorang laki-laki atau seorang wanita yang membutuhkan pemenuhan dalam masalah "seks".

Adalah kebutuhan seorang anak yang tidak lagi disebut seorang anak akan tetapi seorang anak yang sudah menjadi lelaki dan perempuan dewasa. Zaman ini adalah zaman yang amat berat menguji muda-mudi dengan maraknya perzinaan dan pergaulan yang menghantar kepada perzinaan. Teringat sabda Nabi SAW, "Sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan".

Pernyataan dari Rasulullah SAW tersebut merupakan sabda sekaligus solusi bagi problema remaja saat ini, dan bagi sebagian orang yang beranggapan bahwa pernikahan dini sulit mencapai kebahagiaan. Yang harus dimengerti adalah pernikahan dini bukan pernikahan sebelum waktunya akan tetapi pernikahan dini adalah menyegerakan pernikahan dan mempermudah urusan pernikahan. Saat adanya tanda- tanda bahwa sang anak sudah mendekati perzinahan, maka wajib bagi orang tua manapun untuk bersegara mencarikan solusi! Dan sungguh jika ada anak lapar seorang tua bisa memberinya makanan dan jika anak sakit orang tua bisa membelikan obat untuk anaknya. Akan tetapi jika anak sudah mengenal "seks" dengan matanya lewat adegan kotor di tv atau dengan telinganya lewat obrolan-obrolan jorok di sekolahnya atau dengan pikiranya lewat bacaan dan gambar-gambar porno, dibarengi dengan pergaulan diluar rumah yang tidak terkontrol, hingga sampailah anak tersebut pada batas butuh kepada pemenuhan kebutuhan seks.

 Hal itu tidak akan terselesaikan bila sekedar diganti dengan makanan enak atau yang lainya. Dan orang tua tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sang anak kecuali dengan membuka jalan pernikahan. Disinilah peran orang tua harus hadir. Membincangkan masalah pernikahan dengan anak demi keselamatan sang anak. Terlepas dari usia sang anak, pembatasan usia bukan solusi akan tetapi justru problem. Pernikahan bisa diatas 16 tahun dan bisa dibawah 16 tahun. Asal ada tanda-tanda suka dengan lawan jenis saat itulah orang tua harus bisa mendiskusikanya dengan sang anak. Dari situlah akan hadir makna pengarahan sekaligus pemahaman seberapa besar kebutuhan sang anak kepada seks , lalu dilanjutkan dengan solusi yang baik.
Teringat sabda Nabi SAW, "Sebaik-baik pernikahan adalah yang dipermudah dan disegerakan"..

Pernikahan tidak harus menunggu usia tertentu atau jenjang pendidikan tertentu atau karir tertentu. Akan tetapi kapan anak butuh akan pernikahan maka saat itulah usia nikah yang tepat untuknya . Ada sebagian orang bersemangat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan harapan mendapatkan keahlian untuk bisa bekerja di tempat yang layak.Akan tetapi ia teledor akan hal yang dibutuhkan anaknya yang setiap hari bepergian dengan lawan jenis , atau saling telepon yang hanya membangkitkan hawa nafsu. Bahkan disaat sang anak berterus -terang akan jalinannya dengan lawan jenis lalu meminta untuk menikah, tiba-tiba yang ada adalah jawaban keras dari orang tua yang memangkas keberanian dalam menyampaikan apa yang ada di hatinya.Yaitu jawaban yang penuh ego "aku tidak izinkan engkau menikah kecuali engkau telah selasai kuliah".

Apa yang terjadi pada sang anak, disatu sisi ia harus patuh kepada orang tua di sisi lain ia dia ambang bahaya pergaulan dengan lawan jenis. Maka iapun menyelesaikan kuliah hingga sarjana dan gelarpun di raih akan akan tetapi ada gelar tambahan yang tidak tertera bersama namanya yaitu gelar Pezina.Na’udzubillah… Orang tua yang lalai akan keselamatan moral anaknya, yang hanya berfikir tentang karir dan gelar kemulyaan di dunia akan tetapi lalai akan kemuliaan sang anak di akhirat nanti, itulah orang tua yang akan menuai penyesalan panjang di akhirat nanti, menuai dosa zina yang dilakukan sang anak.

Wallahu a'lam bishshowab.



Template by : kendhin x-template.blogspot.com